Selamat
Pagiii.. yak pagi ini terbangun oleh kumandang Adzan Subuh dari Masjid samping
alun-alun Batu. Padahal baru tidur sebentar, tapi udah pagi ternyata. Selesai
dengan rutinitas Sholat subuh dan cuci muka, cukup cuci muka aja ya, karena
udara yang dingin bikin airnya juga jadi
sedingin es. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kota
Malang, sambil mencari sarapan disana, cari kanan kiri ternyata tujuan jatuh
pada alun-alun Kota Malang, sampai sana lagi ramai ternyata, ada acara ulang
tahun salah satu Partai yang acara utamanya adalah jalan sehat.
![]() |
| Balai Kota Malang, Jawa Timur |
![]() |
| Gedung Balai Kota Malang |
Di alun-alun ternyata banyak sekali
penjual makanan, dan yang pasti murah-murah. Langsung kalap deh jajan, beli
cilok lah, Bakpao, terus masa jus jambu dan apel Cuma 2 ribu perak, langsung
deh beli, tapi ternyata isinya adalah satu potong jambu dan satu potong apel
yang di blender, aak sama aja boong -__-“ sarapan utamanya jatuh pada Soto
Madura yang nangkring tepat di depan gedung Balai Kota Malang, rasanya lumayan,
kuahnya juga enak, dan harganya cukup 6 ribu per mangkok, tambah kerupuk seribu rupiah satu plastik. Aah sarapan murah
meriah, perut kenyang, kantong senang. Hihi...
![]() |
| Jus Rp 2.000,- |
Selesai
sarapan, Maida, Dawud dan Reni memutuskan untuk langsung balik ke Surabaya,
karena mereka harus kejar tiket balik ke Jakarta sore harinya, harus masuk
kerja esok hari. Saya dan Abang sih masih punya plann lain, perjalanan masih
akan kami lanjutkan ke Taman Nasional Baluran, Africa van Java nya Indonesia. ada yang pernah kesana, ada? Ada?
Ada? Nah setelah ini saya akan cerita perjalanan dari Malang menuju Baluran,
yuuk Capcus...
Saya
dan Abang berpisah dengan rombongan di terminal Arjosari, Malang. Setelah
awalnya bingung menentukan tujuan mau ke Baluran atau Sempu, akhirnya kami
berdua memutuskan untuk ke Baluran saja, selain karena lebih jauh, juga lebih
seru sepertinya. Berdasar itinerary yang kami dapat di Blog dan forum traveller,
dari terminal Arjosari, Malang kami harus menuju Situbondo, berdasar info juga
Baluran adalah Taman Nasional yang terletak di Batangan, sudah masuk wilayah
Banyuwangi, Jawa Timur. Kalau berdasar itin yang sudah saya susun sih, saya
bisa naik Bis jurusan Probolinggo, terus lanjut ke Sitobondo dengan bis lain.
Ya
lagi-lagi ittenary orang adalah milik orang lain, itenary saya ya saya sendiri
yang membuat. Dari terminal, saya naik Bis Akas, pas ditanya tujuan oleh
kondektur yang ibu-ibu saya langsung reflek jawab mau ke Situbondo, ternyata
oleh kondekturnya bisa langsung ke Situbondo. Tapi ternyata memang kita
diturunkan di Probolinggo, baru dioper ke Bis lain yang mau ke Situbondo,
bayarnya ternyata juga udah sekalian jadi satu di bis yang pertama tadi. Oleh
bis yang kedua ini, kami diturunkan di terminal Bis Situbondo, berdasar hasil
survey tanya-tanya, kalau mau ke Baluran kita harus naik Bis yang jurusan
Banyuwangi, ga usah takut kehabisan bis, karena lumayan banyak koq bisnya,
tanya aja sebelum naik, mereka lewat Batangan ga, tanya ke petugas terminal aja
biar lebih aman. Hihi...
Di
terminal Situbondo kami mengisi logistik dulu, sama nyari ATM, karena uang Cuma
cukup buat naik bis sampai Batangan. Ternyata nyari ATM BNI, Mandiri dan BRI
susah sekali, ga ada di sekitaran terminal. Akhirnya terpaksa ambil duit di ATM
lain. Karena sudah siang, kami memutuskan untuk makan di warung sekitar
terminal yang harganya super murmer, kami juga sekalin beli cemilan dan mie
instant untuk bekal sehari semalam di Baluran nanti, kabarnya sih disana ga ada
warung sama sekali. Yaak dan perjalanan masih harus dilanjutkan, dari Situbondo
kami naik bis kecil jurusan Situbondo-Ketapang-Muncar yang bertolak dari
terminal sekitar pkl 14.30an. kali ini penumpang bis penuh banget, bahkan
banyak yang berdiri, bis sempet isi bensin sebentar di Pom Bensin, pas mau
berangkat lagi tiba-tiba kernet heboh, ampe kaget seluruh penumpang, ternyata
ada satu penumpang yang masih ketinggalan di kamar mandi.
Perjalanan
ke Baluran ternyata memakan waktu yang cukup lama, ini karena bis yang berkali-kali
berhenti ngetem. Setelah melwati hutan-hutan yang ternyata sudah termasuk
wilayah Taman Nasional Baluran [ada tulisan gedenya], kami turun di Batangan
yang ternyata adalah Gerbang Pintu masuk ke Taman Nasional. Kami harus beli
tiket dulu di loket yang, kalau hari biasa dan rame, loket yang dipakai adalah
loket yang agak masuk ke dalam, tapi berhubung sudah sore dan loket resmi sudah
tutup, maka kami beli tiket masuknya di Pos yang ada di pintu gerbang.
![]() |
| Gerbang Masuk Taman Nasional Baluran |
Karena
kami akan menginap di Bekol, kami langsung dicarikan kamar. Ada dua penginapan
yang terdapat di Taman Nasional Baluran, yaitu Bama dan Bekol. Penginapan di
Bekol per malamnya 35 k per orang, kalau
di Bama tarifnya 75 k per orang per malam, itungannya per orang ya, bukan per
kamar. Semuanya tergantung selera dan budget, kalau menginap di Bekol,
pemandangannya adalah padang Savana sejauh mata memandang, beda dengan di Bama
yang penginapannya langsung menghadap pantai, semua punya keistimewaan
masing-masing.
Ternyata
untuk mencapai Bekol dari pintu gerbang masih jauh, masih 12 km, tadinya sih
mau trekking, tapi berhubung sudah sore dan takut keburu gelap kami memutuskan
untuk menggunakan jasa ojek. Ojek disini sebenarnya adalah para polisi hutan
yang bertugas di TN Baluran atau warga lokal, jadi ga usah takut kehabisan
ojek, sebenarnya di Pos juga menyediakan jasa sewa motor, tapi ternyata lebih
mahal ketimbang naik ojek, belum lagi bensinnya.. ternyata memang masih jauh,
pakai jasa ojek aja sekitar 30 menit perjalanan, kondisi jalan ternyata juga rusak
parah. Di tengah perjalanan kami juga banyak bertemu dengan bis dan mobil para
pengunjung lain, bedanya mereka perjalanan pulang karena weekend sudah
berakhir. Ternyata banyak juga yang mengunjungi TN Baluran ini. Sepanjang
perjalanan adalah hutan dengan berbagai pepohonan yang masih sangat rimbun.
Sampai
di Bekol hari sudah menjelang gelap, pemandangan disini didominasi oleh savana
di depan, kanan, kiri dan belakang adalah hutan hijau dan savana, terdapat
beberapa penginapan yang disewakan untuk para pengunjung yang menginap. Yang
paling menarik perhatian juga banyaknya monyet2 yang berkeliaran bebas di
sekitar penginapan. Kita langsung diantar oleh Bapak yang ternyata Polisi hutan
yang ditugaskan di Bekol, beliau sedang kebagian tugas piket, sampai di kamar
kita langsung diberika penjelasan tentang tata tertib pemakaian kamar dan
listrik. Listrik di sini berasal dari mesin genset, jadi hanya hidup pada pkl
17.30-23.00 WIB. Satu kamar disini berisi 2 kasur single bed dan bantal, ga ada
selimut ya, jadi boleh bawa selimut karena udara malam agak dingin. Kamar mandi
yang ada terletak diluar penginapan.
![]() |
![]() |
| Ikonnya Taman Nasional Baluran, dibelakangnya padang savana Baluran. |
Mumpung
hari belum terlalu gelap, setelah menaruh barang-barang kami langsung menyempatkan
untuk melihat sekeliling, kami menemukan tangga di samping bangunan mushola yang
ternyata menuju ke Menara Pandang. Dari atas menara Pandang kami bisa melihat
pemandangan savana, gunung Baluran dan bahkan juga pantai Bama. Langsung
berencana buat trekking besoknya. Malemnya, karena gelap gulita dan penerangan
hanya ada di penginapan kita ga bisa kemana-kemana, daripada nekat jalan malem
terus ketemu serigala atau keseruduk banteng, mending bobo manis di penginapan,
kan sayang kalau udah bayar tapi ga dimanfaatin maksimal. Hoho.. sebelumnya
kita masak mie instan untuk makan malam, ternyata bener kalau disini ga ada
yang jual makanan. Masak mie nya numpang di dapur Pos Penjaga, pasti boleh koq
kalau ijin, kita bahkan sampai ditawari nasi sama Bapaknya, tapi jangan lupa
dibersihkan dan diberekan seperti semula ya. Karena suasana yang sepi banget,
Cuma ada suara monyet, jam setengah 8 udah tepar aja, ga inget apa-apa.
Pengeluaran Day 2:
Bis Malang-Situbondo : 28
k
Situbondo-Batangan: 10 k
Nasi Soto: 5 k
Nasi pecel: 5 k
Es teh dan es jeruk : 4 k
Mie instan: 8,2 k
Snack dan air: 16 k
Tiket masuk Baluran: 5 k
Ojek ke Bekol: 30






Tidak ada komentar:
Posting Komentar