Kamis, 08 Desember 2011

pantai

kalau ditanya hobiku apa, aku akan dengan segera menjawab "jalan-jalan". jika kemudian ditanya lagi tempat apa saja yang sudah pernah aku kunjungi, maka akan kujawab "pantai, pantai, dan pantai".  entah kenapa aku sangat menyukai pantai.. dengan mengunjungi pantai, aku seperti pulang kerumah (padahal aku lahir di gunung), melihat pantai, merasakan deburan ombaknya, melukis di pasir. semuanya menyenangkan...

ehmm.. ada beberapa pantai yang pernah aku kunjungi,.

 maaf kalau ada penampakannya :p
ini di pantai congot
 kalau yang ini pantai kukup, djogjaaaa
 eheem.. mohon maaf, model numpang nampang :p
 eeh.. nongol lagi #maafnarsis

aaah... aku selalu suka pantai, pasirnyaaaaa

Umpatan Pagi !!!

mengulang kembali tulisan yang barusan ku tulis, tapi lalu hilang karena aku lupa menyimpannya.
"aaahhh.. sh*t..." begitu tiba-tiba teriakku.
aku tahu mungkin memang tak baik, tapi pengaruh emosi dan kekesalan lebih besar rupanya.

menyebalkan, ketika kamu ingin meulis sebuah kebaikan, dan tiba2 semua yang telah kamu mulai hilang, hancur... lalu kamu akan menggerutu, bukan melanjutkan yang tadi, tapi lebih baik menulis kekesalanmu, melampiaskan kemarahanmu dengan menulis sesuatu yang buruk.

begitu juga dengan hidup, ketika manusia telah memulai untuk melakukan sesuatu kebaikan dan diperjalanan menuju kebaikan tersebut kamu terganggu, terhalang sesuatu yang merusak semuanya dari awal, bukan tak merusak, bahkan hilang sama sekali. maka manusia akan marah,putus asa hingga akhirnya memutuskan bahwa ternyata kebaikan hanya menyakiti diri sendiri dan memulai untuk melakukan hal-hal tak baik yang cenderung lebh mudah dilakukan.

memang tak semua manusia begitu, tapi kecenderungan tetap saja ada. dan apa yang membuatnya berbeda. kedekatan manusia dengan Tuhannya. bagaimana manusia menjalin hubungan yang baik dengan penciptanya, bagaiamana ia kemudian Jatuh Cinta dengan Tuhannya, bersedia melakukan apa saja demi Tuhan Mereka.  apasih yang tak bisa dilakukan dengan cinta, begitu katanya.

memang benar, dengan cinta, manusia tentu saja mau melakukan apa saja untuk sesuatu yang dicinta.
semuaa...apalagi dengan Tuhannya.
 berkorban demi cinta, kenapa gaa.. cinta memang butuh pengorbanan wooy..

Tuhan membenci hal-hal buruk dan menyukai kebaikan, dengan senang hati manusia akan melakukannya. menjauhi keburukan dan melakukan yang baik agar ia selalu disayangi Tuhan.
Tuhan bersama orang2 yang sabar, dan manusia dengan gembira akan bersabar dengan semua yang menimpanya, termasuk bersabar ketika ia gagal, gagal menulis sebuah kebaikan. bagaimanapun manusia akan berusaha bersabar dengan tidak menggerutu, tidak mengumpat, tidak marah, agar ia selalu dekat dengan Tuhan, agar Tuhan selalu bersamanya.
Tuhan menyukai sedekah, dengan cinta, semiskin apapun manusia akan berusaha bersedekah, bukankah bersedekah tidak hanya dengan materi, maka ia akan memberikan hal-hal lain yang bukan berupa materi agar Tuhan menyukainya. membantu tenaga dalam pembangunan rumah ibadah mungkin, yaa.. itung-itung ia ikut membangun rumah untuk sesuatu yang dicintainya.

dengan cinta, apa yang tak bisaa?

#bersambung