Hai 2015
Welcome..
Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah masih diberi kesempatan untuk bisa sampai di 2015 dalam keadaan sehat dan bahagia.
But first, let me thank about so much happiness in 2014.
Mulai dari mana ya?
Ah ya, bagaimana dengan kehidupan percintaan. Yang selalu ramai dibicarakan di mana-mana mulai dari film, buku, fiksi, nyata, sejarah hingga masa depan,
Alhamdulillah.. 2014 menjadi tahun besar untuk momen yang juga sangat besar.
Pernikahan, yaaa..akhirnya saya memutuskan untuk menambatkan hati kepada seseorang dengan ikatan resmi pernikahan.
Saya sendiri tidak percaya, di awal2 tahun saja saya masih memikirkan untuk berkarier, jalan-jalan ketempat-tempat baru, provinsi baru, negara baru dan bla bla bla segenap rencana sendiri lainnya. Dan pernikahan sama sekali sangat jauh diujung sana.
"Nanti saja dan nanti saja" selalu bilang begitu.
Tapi lagi-lagi manusia hanya bisa berencana, decision maker tetap Allah Yang Maha Kuasa.
Kalau boleh jujur, 2014 juga menjadi tahun tergalau percintaan saya loh, hohoo
Pernikahan yang mungkin terlihat mudah dan "hey, kok udah nikah aja" bagi orang lain, tetap saja untuk saya pribadi, ini adalah keputusan besar yang saya tidak bisa main-main.
Pernikahan bukan lagi hubungan yang saya bisa perlakukan seenaknya seperti sewaktu pacaran dulu.
Kalaupun akhirnya saya harus menyakiti seseorang, itu semua demi kebahagiaan untuk lebih banyak orang.
Komitmennya memang seperti ini, dan saya harus memutuskan, bukan?
Selain itu, apalagi yang saya cari, terus bermain dengan hati hanya akan menyakiti diri sendiri. Semakin lama akan lebih banyak orang yg ikut sakit. Dan setahu saya sakit hati belum ada obatnya kan?
Jadi memutuskan untuk berkomitmen dalam pernikahan untuk saya adalah langkah yang sangat besar, sudah saatnya juga mengakhiri kekhawatiran orang tua tentang anaknya yg mungkin jadi gadis galau selamanya
Dan yang tidak kalah penting, saya memutuskan untuk memberikan seluruh hidup saya kepada seseorang, orang lain yang baru 4 tahun saya kenal.
Memutuskan untuk menerima seluruh kelebihan dan kekurangannya, menjadi bagian resmi dari keluarga besarnya, menuruti semua perintahnya, menjadi Ibu dari anak-anaknya dan menjadi istri yang lagi-lagi tidak boleh semena-mena lagi
Hahaha
Yang mau nikah, coba juga dipikirkan dulu semua aspek tadi.
Dan alhamdulillah, mulai dari 24 Juni 2014 saya resmi menjadi istri dari Barnas Danu Adinata. Sudah 6 bulan berlalu, dan alhamdulillah (lagi) sudah banyak hal yang kami lalui.
Semoga Allah meridhoi hingga akhir hayat nanti.
Dan di 2015? Apalagi yang saya inginkan..
Semoga kehidupan percintaan rumah tangga kami bertambah kebahagiaannya dengan seorang bayi mungil, mungkin?
Hihi
Sepertinya menyenangkan mengurus anak dan menjadi Mahmud (Mamah Muda) cantik dengan bayi lucu di gendongan dan suami tampan di gandengan 😂
Aminkan saja
Lagi-lagi kan manusia cuma bisa berencana.