Halo blog.. (bebersih sarang laba-laba), ini kalau misal rumah udah mau roboh karena ditinggal si empunya selama setahun lebih, huuh..
Jadi ceritanya abis blog walking dan inget kalau ternyata sendirinya punya blog yang ternyata tampilannya jaduuul booo, tulisan antah berantah dan tentu saja penuh sarang laba-laba. pokonya bukan blog yang pantas untuk dibaca :p
Ternyata waktu berlalu begitu cepat ya, sekarang gue adalah seorang Mahmud (mamah muda) beranak satu yang usianya sudah 6 bulan, yeaaaay!! target 2015 untuk punya anak tercapai juga. hoho
Tapi oh tapi, ada target yang entah sejak tahun sebelum Masehi itu masih belum kelar juga, apalagi kalau bukan balada tugas akhir yang tiada akhir #UUUPPS
"Jadi lo belom luluuuuuus, Riii?" iyaaaa, iyaa, iyaa.. biasa aja dong nanyanya, gw kan sibuk nikah, kerja, hamil, urus anak, bla bla bla... dan itu ternyata hanya jadi alasan pembenaran belum lulusnya diriku *nangis. Dan ternyata waktu begitu cepatnya berlalu ya, akhir semester lalu sewaktu gw pengajuan jatah cuti (yang merupakan jatah cuti terakhir gw), esoknya gw ditelepon oleh pihak jurusan kalau pengajuan gw harus dilengkapin. Laah.. perasaan udah lengkap deh, semester kemarin juga gitu, dan ternyata bukan berkasnya yang ga lengkap mba dan mas, tapi surat pengajuan gw harus diedit dengan ditambahkan kesediaan untuk bersedia di DO jika tidak mampu menyelesaikan skripsi gw di semester depan.JEGER!! hehe.. sebenernya ga sekaget itu sih, cuma sedih aja kok gw belom kelar-kelar ya ngurus begituan, padahal kuliah bukannya gw bodoh ya, IP juga ga jelek-jelek amat meski gagal cumlaude (yaiyalah lulusnya super molor mau cumlaude dari mana??), tapi kok untuk urusan yang satu ini gw terlalu banyak distractnya ya, ya inilah itulah. Emang dasarnya apapun itu harus diniatin bener-bener ya, niat yang ga cuma perkataan dan bikin timeline gede-gede di tempel di kamar loh ya (iya itu gw lakukan 1 tahun yang lalu) tapi timeline yang tiada berprogress, hoho..
terus baru sadar sekarang, bukan gw membuang waktu ya, karena Alhamdulillah waktu gw ga terbuang sia-sia #alesanlagi, tapi gw aja yang ga bisa memanage waktu gw dengan baik.
yasudalah, sekarang mari kita berdoa dan berusaha untuk tujuan yang sudah terlalu lama terbengkalai. LULUS!!
Bismillah..
Ria Puspitasari
seorang ibu, istri, anak, dan masih mahasiwa Tingkat Akhir
*dan tulisan ini dibuat disela-sela nulis skripsi yang mentok, ehehe
Senin, 11 April 2016
Jumat, 02 Januari 2015
Sugeng Rawuh, 2015 :)
Hai 2015
Welcome..
Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah masih diberi kesempatan untuk bisa sampai di 2015 dalam keadaan sehat dan bahagia.
But first, let me thank about so much happiness in 2014.
Mulai dari mana ya?
Ah ya, bagaimana dengan kehidupan percintaan. Yang selalu ramai dibicarakan di mana-mana mulai dari film, buku, fiksi, nyata, sejarah hingga masa depan,
Alhamdulillah.. 2014 menjadi tahun besar untuk momen yang juga sangat besar.
Pernikahan, yaaa..akhirnya saya memutuskan untuk menambatkan hati kepada seseorang dengan ikatan resmi pernikahan.
Saya sendiri tidak percaya, di awal2 tahun saja saya masih memikirkan untuk berkarier, jalan-jalan ketempat-tempat baru, provinsi baru, negara baru dan bla bla bla segenap rencana sendiri lainnya. Dan pernikahan sama sekali sangat jauh diujung sana.
"Nanti saja dan nanti saja" selalu bilang begitu.
Tapi lagi-lagi manusia hanya bisa berencana, decision maker tetap Allah Yang Maha Kuasa.
Kalau boleh jujur, 2014 juga menjadi tahun tergalau percintaan saya loh, hohoo
Pernikahan yang mungkin terlihat mudah dan "hey, kok udah nikah aja" bagi orang lain, tetap saja untuk saya pribadi, ini adalah keputusan besar yang saya tidak bisa main-main.
Pernikahan bukan lagi hubungan yang saya bisa perlakukan seenaknya seperti sewaktu pacaran dulu.
Kalaupun akhirnya saya harus menyakiti seseorang, itu semua demi kebahagiaan untuk lebih banyak orang.
Komitmennya memang seperti ini, dan saya harus memutuskan, bukan?
Selain itu, apalagi yang saya cari, terus bermain dengan hati hanya akan menyakiti diri sendiri. Semakin lama akan lebih banyak orang yg ikut sakit. Dan setahu saya sakit hati belum ada obatnya kan?
Jadi memutuskan untuk berkomitmen dalam pernikahan untuk saya adalah langkah yang sangat besar, sudah saatnya juga mengakhiri kekhawatiran orang tua tentang anaknya yg mungkin jadi gadis galau selamanya
Dan yang tidak kalah penting, saya memutuskan untuk memberikan seluruh hidup saya kepada seseorang, orang lain yang baru 4 tahun saya kenal.
Memutuskan untuk menerima seluruh kelebihan dan kekurangannya, menjadi bagian resmi dari keluarga besarnya, menuruti semua perintahnya, menjadi Ibu dari anak-anaknya dan menjadi istri yang lagi-lagi tidak boleh semena-mena lagi
Hahaha
Yang mau nikah, coba juga dipikirkan dulu semua aspek tadi.
Dan alhamdulillah, mulai dari 24 Juni 2014 saya resmi menjadi istri dari Barnas Danu Adinata. Sudah 6 bulan berlalu, dan alhamdulillah (lagi) sudah banyak hal yang kami lalui.
Semoga Allah meridhoi hingga akhir hayat nanti.
Dan di 2015? Apalagi yang saya inginkan..
Semoga kehidupan percintaan rumah tangga kami bertambah kebahagiaannya dengan seorang bayi mungil, mungkin?
Hihi
Sepertinya menyenangkan mengurus anak dan menjadi Mahmud (Mamah Muda) cantik dengan bayi lucu di gendongan dan suami tampan di gandengan 😂
Aminkan saja
Lagi-lagi kan manusia cuma bisa berencana.
Welcome..
Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah masih diberi kesempatan untuk bisa sampai di 2015 dalam keadaan sehat dan bahagia.
But first, let me thank about so much happiness in 2014.
Mulai dari mana ya?
Ah ya, bagaimana dengan kehidupan percintaan. Yang selalu ramai dibicarakan di mana-mana mulai dari film, buku, fiksi, nyata, sejarah hingga masa depan,
Alhamdulillah.. 2014 menjadi tahun besar untuk momen yang juga sangat besar.
Pernikahan, yaaa..akhirnya saya memutuskan untuk menambatkan hati kepada seseorang dengan ikatan resmi pernikahan.
Saya sendiri tidak percaya, di awal2 tahun saja saya masih memikirkan untuk berkarier, jalan-jalan ketempat-tempat baru, provinsi baru, negara baru dan bla bla bla segenap rencana sendiri lainnya. Dan pernikahan sama sekali sangat jauh diujung sana.
"Nanti saja dan nanti saja" selalu bilang begitu.
Tapi lagi-lagi manusia hanya bisa berencana, decision maker tetap Allah Yang Maha Kuasa.
Kalau boleh jujur, 2014 juga menjadi tahun tergalau percintaan saya loh, hohoo
Pernikahan yang mungkin terlihat mudah dan "hey, kok udah nikah aja" bagi orang lain, tetap saja untuk saya pribadi, ini adalah keputusan besar yang saya tidak bisa main-main.
Pernikahan bukan lagi hubungan yang saya bisa perlakukan seenaknya seperti sewaktu pacaran dulu.
Kalaupun akhirnya saya harus menyakiti seseorang, itu semua demi kebahagiaan untuk lebih banyak orang.
Komitmennya memang seperti ini, dan saya harus memutuskan, bukan?
Selain itu, apalagi yang saya cari, terus bermain dengan hati hanya akan menyakiti diri sendiri. Semakin lama akan lebih banyak orang yg ikut sakit. Dan setahu saya sakit hati belum ada obatnya kan?
Jadi memutuskan untuk berkomitmen dalam pernikahan untuk saya adalah langkah yang sangat besar, sudah saatnya juga mengakhiri kekhawatiran orang tua tentang anaknya yg mungkin jadi gadis galau selamanya
Dan yang tidak kalah penting, saya memutuskan untuk memberikan seluruh hidup saya kepada seseorang, orang lain yang baru 4 tahun saya kenal.
Memutuskan untuk menerima seluruh kelebihan dan kekurangannya, menjadi bagian resmi dari keluarga besarnya, menuruti semua perintahnya, menjadi Ibu dari anak-anaknya dan menjadi istri yang lagi-lagi tidak boleh semena-mena lagi
Hahaha
Yang mau nikah, coba juga dipikirkan dulu semua aspek tadi.
Dan alhamdulillah, mulai dari 24 Juni 2014 saya resmi menjadi istri dari Barnas Danu Adinata. Sudah 6 bulan berlalu, dan alhamdulillah (lagi) sudah banyak hal yang kami lalui.
Semoga Allah meridhoi hingga akhir hayat nanti.
Dan di 2015? Apalagi yang saya inginkan..
Semoga kehidupan percintaan rumah tangga kami bertambah kebahagiaannya dengan seorang bayi mungil, mungkin?
Hihi
Sepertinya menyenangkan mengurus anak dan menjadi Mahmud (Mamah Muda) cantik dengan bayi lucu di gendongan dan suami tampan di gandengan 😂
Aminkan saja
Lagi-lagi kan manusia cuma bisa berencana.
Minggu, 28 Desember 2014
Teruntuk Calon Anakku Kelak: Cerita Sepotong Kentang dan Risoles
Hai dear.
Mommy wants to tell u something. Malam ini Mama ngambek sama Bapak mu karena sebuah risoles.
"Haaaah...!!! Risoles?? Yg bener ajaaaa!!"
Ya ya ya tak usah kaget begitu, anggap saja begitu, dan memang terlihat seperti itu.
Pasti kamu pikir ibumu ini gampangan banget emosinya ketarik, egois dan bla bla blaa
Yaa boleh lah kamu menganggap seperti itu.
Jadi malam ini ada sebuah risoles hasil pemberian yang memang cuma satu2nya, ada sih teman2 nya yg lain seperti rujak, salak, bolu kukus dan sepotong kue lapis. Masing-masing jumlahnya satu. Disamping snack tadi ada makan berat yaitu nasi dengan lauk ayam lengkap sama lalapan.
Makan berat sudah pasti dimakan sama Bapakmu, karena mama sebisa mungkin menghindari makan nasi diwaktu malam (ya meskipun lebih sangat sering lupanya).
Anggapannya mama cukup makan snack saja sudah cukup. Meskipun tidak ada kesepakatan tertulis dan terucap antara Ibu dan Bapakmu.
Mama sengaja mau makan rujak, dengan mata sudah tertuju pada risol yg penuh minyak dan makin menggoda utk segera dilahap. Tapi risolnya sengaja ingin momy makan terakhir, sambil mau beresin belanjaan bahan makanan yg tadi dibeli. Bapakmu sedang makan sambil nonton film.Dan pas diakhir Mom mau makan risol dan menengok ke kotak snack, ternyata risolnya udah raib.
Siapa lagi pelakunya kalau bukan Bapakmu. Mom jengkel, entah karena lapar entah karena setan, padahal Bapakmu udah bilang minta maaf dengan muka sangat bersalah karena ga tau risolnya mau mom makan. Sementara nasi dan ayam di piring sudah ludes. Bapakmu bilang dia masih lapar
Harusnya mom langsung terenyuh ya, ngalah dan paham sama keadaan Bapakmu. Toh dia yg susah cari duit buat ngidupin mom dan calon kamu dan keluarganya.
Tapi bukannya begitu, mom masih aja jengkel dan dongkol.
Aah mom jahat sekali yaa
Tapi Ini bukan karena sebuah risoles yg sudah terlanjur dimakan yg bikin mom marah dan jengkel.
Tapi suatu momen yg bikin Mom sedih dan makin merasa jahat.
Sini mom ceritakan..
Suatu ketika hidup pasangan muda mudi yg masih labil dengan kebahagiaan memiliki satu sama lain. Suatu hari si perempuan meminta kepada si laki-laki utk dibelikan makanan yg waktu itu lagi hits-hitsnya, sebut saja "kentang alay". Kentang yg diplintir2, ditusuk sampai berbentuk spiral, digoreng dan ditaburi dengan bumbu rasa-rasa sesuai selera. Ada berbeque, pedas, balado, dll.. Karena uang jajan terbatas dan tak ada budget uang pacaran, maka mereka cuma membeli sebuah kentang yg waktu itu harganya 7.500 kalau ga salah. Satu kentang itu nantinya utk dimakan berdua, selain hemat kan juga terlihat romantis.
Benar saja satu kentang tadi mereka nikmati berdua, dibagi seadil mungkin. dan disaat terakhir, ternyata gigitan terakhir dr si kentang alay tadi dihabiskan oleh si laki-laki.
Aduuuh.. Si perempuan ini sebenarnya ikhlas2 saja, tapi entah kenapa akhirnya si perempuan berlinangan air mata karena gigitan terakhir dimakan oleh si laki-laki. Padahal biasanya entah sengaja atau tidak, gigitan terakhir dari apapun itu makanan dan minuman akan diberikan si laki-laki kepada si seperempuan. meskipun waktu itu nangisnya sambil tertawa-tawa.
Si laki2 bingung dan merasa bersalah. Sampai akhirnya dia berjanji utk tidak pernah mengulangi kejadian tersebut, dan mulai saat itu, semua bagian terakhir dari makanan atau minuman atau suatu hal apapun akan dipersembahkan oleh si laki-laki kepada si perempuan.
Dan itu sangat manis utk si perempuan.
Karena dengan si laki2 merelakan bagian terakhir dr suatu apapun, si perempuan merasa sebagai perempuan yg selalu diingat si laki2 mulai dr awal hingga akhir. Dan perempuan itu merasa diberikan keistimewaan utk sesuatu yg sudah akan habis dan dia bisa menikmatinya.
Dan.. as long as mom lived with your father, I never find it in him.
Padahal gampang banget ya bikin Ibumu ini bahagia, dikasih turahan aja udah seneng, huaaaa....
Tapi mungkin karena Bapakmu tak pernah tahu, dan Ibu tidak pernah bilang tentang hal ini.
jadi ya biar saja begini, biar ada cerita kan..
Sekian ceritanya..
Mungkin ada kalimat lain yg menggambarkan cinta yg begitu besar yaitu tentang kulit ayam,
"jika seseorang dengan sukarela memberikan kulit ayamnya (ayam goreng) kepadamu, itu berarti dia sangat mencintaimu"
Mungkin buat kamu masih asing ya, tapi kamu akan mengerti nanti ketika sudah merasakan ayam goreng KFC. Karena kulit ayam terbukti sebagai pemicu perkelahian pertama di dunia (survey ala Mom), hoho
Tapi untuk perempuan yg Mom ceritakan diatas, bukti cinta terbesar adalah ketika dia memberikan bagian terakhir dari makanan/minumannya utk org lain. Love is so simple, is'nt it?
Mungkin kamu masih bingung, kenapa orang dewasa mendasarkan dan mengukur cinta hanya dari makanan. Rakus sekali yaa?? Hehe
Tapi suatu sat kamu akan mengerti kok, ketika kamu telah merasakan cinta. Dicintai dan mencintai orang lain selain Bapak dan Ibumu. Dan saat itu, kamu akan memiliki definisi tersendiri untuk "Cinta".
Terima kasih utk bersedia membacanya ya sayang
Mom akan terus menulis utk Kamu.
Mom sayang kamu 
Ah ya.. Mungkin kamu sudah menduga kalau perempuan yg Mom ceritakan adalah Mom sendiri. Dan mungkin kamu bertanya-tanya siapa si laki-laki yg Mom sebut-sebut di cerita.
Sebut saja dia adalah cinta mama dulu, laki-laki yg selalu membuat Mom merasa bersalah karena momen-momen bersama yg selalu mom ingat dan tiba-tiba terbayang, tanpa Mom tahu bagaimana menghentikan aliran kenangan yg membanjiri.
Kenangan2 yg selalu membuat Mom merasa bersalah dengan Bapakmu.
Kenangan2 yg sering membuat Mom tetiba ngambek dan kesel sendiri dan akhirnya membuat Bapakmu bingung menghadapi Mom.
Ah betapa jahatnya kenangan..
Tapi jangan sedih sayang, bukan berarti Mom tidak mencintai Bapak dan kalian. Mom mencintai Bapakmu sepenuhnya, meski dengan kenangan-kenangan yg kadang Mom juga enggan mengingatnya.
Dan yg pasti Mom mencintai kamu, mencintai segenap keluarga kita.
Love u again and again
Salam sayaang dari Mamamu yang hobi makan.
Racauan
Post terakhir satu tahun lalu, bulan yang sama hanya di tanggal yang berbeda. *bersih-bersih sawang dan sarang laba-laba.
Banyak hal terjadi, banyak hal telah berubah. Menikah, kesibukan kerja random, hingga skripsi yang masih juga (masih jaman banget) tak kunjung usai. Tipe mahasiswa bangkotan di kampus, kekampus setiap hari, tapi hanya mampir dan singgah tanpa menghasilkan apapun.
Menulis kadang hanya di awang-awang, sesempatnya hanya menuangkannya di notes HP, tak sempat singgah lagi di blog usang tempat sampah berserakan. Sekedar Assalamualaikum atau selamat pagi juga tak sempat. Bahkan berharap dari diri sendiri saja masih tidak mampu.
Beruntung blog bukan sesuatu yang bisa menjerit berharap untuk disentuh lagi, sesuka hati si pemilik saja, juga tak ada tuntutan dari pembaca karena memang selama ini tidak ada yang tertarik membaca tulisan random segala hal. Kadang blog adalah bukti kebobrokan atau bahkan kejayaan Sang Pemilik.
Racauan, kepingan, dan sampah pikiran yang bertebaran. bingung dari mana mulai mengumpulkan.
Selamat menjelang siang, Manusia :)
Kamis, 05 Desember 2013
Tentang Kasih Sayang Bapak untuk Anaknya
Kita semua pasti tau, kasih Ibu sepanjang masa untuk
anaknya, nyata dan selalu terasa. Tapi pernahkah kita, para anak berpikir
tentang kasih Bapak yang juga tak pernah absen untuk anak-anaknya. Saya sendiri,
lebih sering berkasih sayang dengan Ibu, lebih dekat dengan Ibu, semua hal
pasti Ibu tahu. Beda dengan Bapak yang lebih banyak tidak dirumah dan tidak
bersama kita. Tapi pagi ini saya ingin berbagi sedikit kisah yang mungkin menginspirasi,
tentang Bapak, tentang Pengorbanan dan kasih sayang Bapak untuk anaknya.
Pagi ini, seperti biasa saya datang ke Kampus, bukan untuk
kuliah, karena memang mata kuliah saya sudah habis, eh belum ding, masih ada
satu lagi matkul lagi untuk saya bisa disebut Sarjana. Eeh, kembali ke cerita
saya ya J
Baru saja menaruh tas dan duduk, tak lama masuk Mas Budi,
Mas Budi ini Asisten Saya di ruangan, biasa membantu untuk menjaga kebersihan kantor
dan semua hal di ruangan. Biasanya mas Budi masuk untuk mengantarkan
gelas-gelas yang sudah dia cuci sebelumnya. Tapi kali ini berbeda, mas Budi
masuk dengan tangan kosong tanpa gelas atau sapu di tangan. Saya pikir, Mas
Budi mau minta mie untuk sarapan, atau teh manis panas, atau ada titipan pesan
untuk saya.
Seperti biasa, saya tanya “Ada apa Mas Budi?”
Dengan agak kikuk mas Budi mengambil duduk di meja disamping
saya. Agak terbata-bata juga mas Budi berusaha menyampaikannya kepada saya
bahwa honor dari Pusat kajian lain yang satu lantai dengan saya belum turun
untuk bulan ini,
“padahal biasanya sudah Mba” kata Mas Budi.
“Oh koq bisa mas?” saya berusaha menimpali Mas Budi
“Iya Mba, saya juga sudah tanya, tapi yang biasa kasih honor saya lagi ada, kalau boleh saya mau pinjam dari sini Mba. Ada kebutuhan mendesak.” Masih dengan kikuk Mas Budi menjawab
“Oh iya, ga papa Mas, Mas Budi butuh berapa?”
Mas Budi menjawab angka sekian, yang mungkin buat orang lain itu tidak seberapa.
“Anak saya ulang tahun Mba besok Sabtu, jadi uang itu mau saya pakai untuk kue ulang tahun anak saya. Nanti kalau honor saya sudah turun akan langsung saya ganti Mba”
Deg!, saya langsung terharu mendengar penjelasan Mas Budi. Ternyata
karena itu, saya langsung berpikir kemana-mana, emang dasarnya agak mellow juga
orangnya. Terharu dengan usaha Mas Budi untuk anaknya.
Langsung saya paham, bahwa selama ini saya juga, selalu kurang
berpikir tentang Bapak saya, yang lebih sering terlihat tidak peduli dengan
anak-anaknya, sibuk diluar untuk bekerja. Tetapi, kita tak pernah tahu usaha
apa yang sudah Bapak lakukan untuk membahagiakan anaknya, agar anaknya tak
perlu kecewa, agar anaknya selalu bahagia. Dengan usaha apapun, tak peduli
bagaimana, Bapak selalu ingin yang terbaik untuk anaknya.
Dan untuk saya sendiri tentunya, telepon Bapak dan Ucapkan
terima kasih padanya, ucapkan bahwa kita menyayanginya. Ucapkan bahwa kita
tidak akan pernah mengecewakannya.
Dengan Segenap Cinta untuk Bapak.
*Ah ya, dan selamat ulang tahun yang ke 3 untuk putrinya Mas
Budi. Semoga jadi anak yang selalu sayang dan berbakti pada orang tua J
Minggu, 01 Desember 2013
Perjalanan yang Pasti Berakhir; Malang-Baluran
Selamat
Pagiii.. yak pagi ini terbangun oleh kumandang Adzan Subuh dari Masjid samping
alun-alun Batu. Padahal baru tidur sebentar, tapi udah pagi ternyata. Selesai
dengan rutinitas Sholat subuh dan cuci muka, cukup cuci muka aja ya, karena
udara yang dingin bikin airnya juga jadi
sedingin es. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kota
Malang, sambil mencari sarapan disana, cari kanan kiri ternyata tujuan jatuh
pada alun-alun Kota Malang, sampai sana lagi ramai ternyata, ada acara ulang
tahun salah satu Partai yang acara utamanya adalah jalan sehat.
![]() |
| Balai Kota Malang, Jawa Timur |
![]() |
| Gedung Balai Kota Malang |
Di alun-alun ternyata banyak sekali
penjual makanan, dan yang pasti murah-murah. Langsung kalap deh jajan, beli
cilok lah, Bakpao, terus masa jus jambu dan apel Cuma 2 ribu perak, langsung
deh beli, tapi ternyata isinya adalah satu potong jambu dan satu potong apel
yang di blender, aak sama aja boong -__-“ sarapan utamanya jatuh pada Soto
Madura yang nangkring tepat di depan gedung Balai Kota Malang, rasanya lumayan,
kuahnya juga enak, dan harganya cukup 6 ribu per mangkok, tambah kerupuk seribu rupiah satu plastik. Aah sarapan murah
meriah, perut kenyang, kantong senang. Hihi...
![]() |
| Jus Rp 2.000,- |
Selesai
sarapan, Maida, Dawud dan Reni memutuskan untuk langsung balik ke Surabaya,
karena mereka harus kejar tiket balik ke Jakarta sore harinya, harus masuk
kerja esok hari. Saya dan Abang sih masih punya plann lain, perjalanan masih
akan kami lanjutkan ke Taman Nasional Baluran, Africa van Java nya Indonesia. ada yang pernah kesana, ada? Ada?
Ada? Nah setelah ini saya akan cerita perjalanan dari Malang menuju Baluran,
yuuk Capcus...
Saya
dan Abang berpisah dengan rombongan di terminal Arjosari, Malang. Setelah
awalnya bingung menentukan tujuan mau ke Baluran atau Sempu, akhirnya kami
berdua memutuskan untuk ke Baluran saja, selain karena lebih jauh, juga lebih
seru sepertinya. Berdasar itinerary yang kami dapat di Blog dan forum traveller,
dari terminal Arjosari, Malang kami harus menuju Situbondo, berdasar info juga
Baluran adalah Taman Nasional yang terletak di Batangan, sudah masuk wilayah
Banyuwangi, Jawa Timur. Kalau berdasar itin yang sudah saya susun sih, saya
bisa naik Bis jurusan Probolinggo, terus lanjut ke Sitobondo dengan bis lain.
Ya
lagi-lagi ittenary orang adalah milik orang lain, itenary saya ya saya sendiri
yang membuat. Dari terminal, saya naik Bis Akas, pas ditanya tujuan oleh
kondektur yang ibu-ibu saya langsung reflek jawab mau ke Situbondo, ternyata
oleh kondekturnya bisa langsung ke Situbondo. Tapi ternyata memang kita
diturunkan di Probolinggo, baru dioper ke Bis lain yang mau ke Situbondo,
bayarnya ternyata juga udah sekalian jadi satu di bis yang pertama tadi. Oleh
bis yang kedua ini, kami diturunkan di terminal Bis Situbondo, berdasar hasil
survey tanya-tanya, kalau mau ke Baluran kita harus naik Bis yang jurusan
Banyuwangi, ga usah takut kehabisan bis, karena lumayan banyak koq bisnya,
tanya aja sebelum naik, mereka lewat Batangan ga, tanya ke petugas terminal aja
biar lebih aman. Hihi...
Di
terminal Situbondo kami mengisi logistik dulu, sama nyari ATM, karena uang Cuma
cukup buat naik bis sampai Batangan. Ternyata nyari ATM BNI, Mandiri dan BRI
susah sekali, ga ada di sekitaran terminal. Akhirnya terpaksa ambil duit di ATM
lain. Karena sudah siang, kami memutuskan untuk makan di warung sekitar
terminal yang harganya super murmer, kami juga sekalin beli cemilan dan mie
instant untuk bekal sehari semalam di Baluran nanti, kabarnya sih disana ga ada
warung sama sekali. Yaak dan perjalanan masih harus dilanjutkan, dari Situbondo
kami naik bis kecil jurusan Situbondo-Ketapang-Muncar yang bertolak dari
terminal sekitar pkl 14.30an. kali ini penumpang bis penuh banget, bahkan
banyak yang berdiri, bis sempet isi bensin sebentar di Pom Bensin, pas mau
berangkat lagi tiba-tiba kernet heboh, ampe kaget seluruh penumpang, ternyata
ada satu penumpang yang masih ketinggalan di kamar mandi.
Perjalanan
ke Baluran ternyata memakan waktu yang cukup lama, ini karena bis yang berkali-kali
berhenti ngetem. Setelah melwati hutan-hutan yang ternyata sudah termasuk
wilayah Taman Nasional Baluran [ada tulisan gedenya], kami turun di Batangan
yang ternyata adalah Gerbang Pintu masuk ke Taman Nasional. Kami harus beli
tiket dulu di loket yang, kalau hari biasa dan rame, loket yang dipakai adalah
loket yang agak masuk ke dalam, tapi berhubung sudah sore dan loket resmi sudah
tutup, maka kami beli tiket masuknya di Pos yang ada di pintu gerbang.
![]() |
| Gerbang Masuk Taman Nasional Baluran |
Karena
kami akan menginap di Bekol, kami langsung dicarikan kamar. Ada dua penginapan
yang terdapat di Taman Nasional Baluran, yaitu Bama dan Bekol. Penginapan di
Bekol per malamnya 35 k per orang, kalau
di Bama tarifnya 75 k per orang per malam, itungannya per orang ya, bukan per
kamar. Semuanya tergantung selera dan budget, kalau menginap di Bekol,
pemandangannya adalah padang Savana sejauh mata memandang, beda dengan di Bama
yang penginapannya langsung menghadap pantai, semua punya keistimewaan
masing-masing.
Ternyata
untuk mencapai Bekol dari pintu gerbang masih jauh, masih 12 km, tadinya sih
mau trekking, tapi berhubung sudah sore dan takut keburu gelap kami memutuskan
untuk menggunakan jasa ojek. Ojek disini sebenarnya adalah para polisi hutan
yang bertugas di TN Baluran atau warga lokal, jadi ga usah takut kehabisan
ojek, sebenarnya di Pos juga menyediakan jasa sewa motor, tapi ternyata lebih
mahal ketimbang naik ojek, belum lagi bensinnya.. ternyata memang masih jauh,
pakai jasa ojek aja sekitar 30 menit perjalanan, kondisi jalan ternyata juga rusak
parah. Di tengah perjalanan kami juga banyak bertemu dengan bis dan mobil para
pengunjung lain, bedanya mereka perjalanan pulang karena weekend sudah
berakhir. Ternyata banyak juga yang mengunjungi TN Baluran ini. Sepanjang
perjalanan adalah hutan dengan berbagai pepohonan yang masih sangat rimbun.
Sampai
di Bekol hari sudah menjelang gelap, pemandangan disini didominasi oleh savana
di depan, kanan, kiri dan belakang adalah hutan hijau dan savana, terdapat
beberapa penginapan yang disewakan untuk para pengunjung yang menginap. Yang
paling menarik perhatian juga banyaknya monyet2 yang berkeliaran bebas di
sekitar penginapan. Kita langsung diantar oleh Bapak yang ternyata Polisi hutan
yang ditugaskan di Bekol, beliau sedang kebagian tugas piket, sampai di kamar
kita langsung diberika penjelasan tentang tata tertib pemakaian kamar dan
listrik. Listrik di sini berasal dari mesin genset, jadi hanya hidup pada pkl
17.30-23.00 WIB. Satu kamar disini berisi 2 kasur single bed dan bantal, ga ada
selimut ya, jadi boleh bawa selimut karena udara malam agak dingin. Kamar mandi
yang ada terletak diluar penginapan.
![]() |
![]() |
| Ikonnya Taman Nasional Baluran, dibelakangnya padang savana Baluran. |
Mumpung
hari belum terlalu gelap, setelah menaruh barang-barang kami langsung menyempatkan
untuk melihat sekeliling, kami menemukan tangga di samping bangunan mushola yang
ternyata menuju ke Menara Pandang. Dari atas menara Pandang kami bisa melihat
pemandangan savana, gunung Baluran dan bahkan juga pantai Bama. Langsung
berencana buat trekking besoknya. Malemnya, karena gelap gulita dan penerangan
hanya ada di penginapan kita ga bisa kemana-kemana, daripada nekat jalan malem
terus ketemu serigala atau keseruduk banteng, mending bobo manis di penginapan,
kan sayang kalau udah bayar tapi ga dimanfaatin maksimal. Hoho.. sebelumnya
kita masak mie instan untuk makan malam, ternyata bener kalau disini ga ada
yang jual makanan. Masak mie nya numpang di dapur Pos Penjaga, pasti boleh koq
kalau ijin, kita bahkan sampai ditawari nasi sama Bapaknya, tapi jangan lupa
dibersihkan dan diberekan seperti semula ya. Karena suasana yang sepi banget,
Cuma ada suara monyet, jam setengah 8 udah tepar aja, ga inget apa-apa.
Pengeluaran Day 2:
Bis Malang-Situbondo : 28
k
Situbondo-Batangan: 10 k
Nasi Soto: 5 k
Nasi pecel: 5 k
Es teh dan es jeruk : 4 k
Mie instan: 8,2 k
Snack dan air: 16 k
Tiket masuk Baluran: 5 k
Ojek ke Bekol: 30
Semalam di Malang
Sebenarnya judulnya lebih pas kalau "very
late post", karena sudah beberapa bulan lalu banget sih ini. tapi ga papa, lagi pengen nulis di blog (lagi).
Begini,
saya mau sedikit share perjalanan Surabaya-Malang aah.. sebenarnya perjalanan ini adalah rangkaian dari perjalanan kunjungan untuk menghadiri Wisuda teman-teman di ITS., jadi sudah jadi adat dan kebiasaan aja kalau ada teman di Universitas lain wisuda, maka kami akan dengan senang hati ikut meramaikan, berharap didoakan agar segera menyusul. heheh..
Kami serombongan (saya dan 4 orang lainnya ) jauh-jauh berangkat dari Jakarta dengan transportasi kereta api yang murah meriah, waktu itu tiketnya 45 ribu naik ekonomi. Sore hari bertolak dari Stasiun Pasar Senen berbarengan dengan ratusan penumpang lain yang juga punya tujuan sama, perjalanan Jakarta-Surabaya kami tempuh selama kurang lebih 14 jam, 14 jam loh ya, sungguh luas Pulau Jawa -_-. Sabtu pagi akhirnya sampai juga di stasiun tujuan, Pasar Turi. Siangnya, acara wisuda teman-teman ITS berjalan dengan lancar.
Selesai
dari acara wisudaan, kita langsung bikin planning nih buat jalan-jalan, ga mau
banget donk perjalanan 14 jam Cuma buat ke Surabaya aja. Berdasar kesepakatan
bersama akhirnya kita mutusin buat ke Malang dengan menyewa mobil plus
supirnya, secara diantara kita ga ada yang bisa nyetir -__-, akhirnya setelah
deal dengan yang kasih rental, kita dapat harga (lupa), heheh untuk mobil dan sopir. Sore jam 4.30 an,
mobil dan supirnya sudah siap menjemput. Dengan anggota yang masih sama, karena
anak2 ITS pada ga bisa diajak jalan, padahal kalau makin rame makin murah lho,
tapi yaudahlah, akirnya kita tetep jalan berlima.
![]() |
| Perkenalkan, sahabat-sahabat saya di ITS rek. |
Pak Sopirnya ternyata sangat
menganut pepatah jawa “alon-alon asal kelakon”, jalannya itu lho hati-hati
banget, mana lama, di jalan juga sempet macet, jadilah perjalanan Surabaya
Malang yang harusnya 2 jam sampai jadi 3,5 jam. Mana sampai malang bapaknya
agak bingung gitu ditanya jalan, Ya Robbi, untung saya dan Dawud udah pernah ke
malang sebelumnya, seenggaknya kita punya gambaran mau kemana dan harusnya
lewat mana. Tujuan pertama setelah menginjak Malang tentu saja Wahana Batu
Night Spectacular (BNS) yang juga merupakan ikon wisata kota Malang. BNS ini
adalah wahana yang isinya berbagai macam permainan lho, mulai dari permainan
yang menyenangkan hingga yang menantang adrenalin. Kalau yang udah pernah ke
Dunia Fantasi di Jakarta, isi dari BNS mirip-mirip lah sama Dufan, Cuma di BNS
ini permainannya beberapa berbeda, namanya juga beda, lebih serem. BNS ini juga
hanya dibuka mulai dari sore sampai tengah malam, namanya juga ada Night-nigtnya nya,
hihii..
![]() |
| ini nih penampakan BNS dari depan. |
![]() |
| Beberapa wahana yang bisa dicoba di BNS |
BNS
ini terletak di Desa Oro-oro Ombo, Malang. Sampai BNS udara dingin langsung
menusuk kulit, secara Batu juga daerah dataran tinggi, jadi udaranya ga siang
ga malam tuh dingin, jangan lupa bawa jaket ya buat yang travelling ke Malang.
Sampai BNS, ternyata ramai sekali, mungkin karena weekend juga, selain warga
lokal, juga banyak plat mobil luar malang yang mampir di BNS. Tiket masuk BNS
sebesar IDR 15 k, tapi ini hanya tiket masuk aja loh ya, di dalam BNS nya
ternyata masih harus bayar lagi kalau mau naik wahana/permainan yang ada. Di
dalam BNS sendiri ada berbagai macam permainan mulai dari Rumah Hantu, Sepeda
udara, Taman Lampion, sampai air mancur yang menari-nari. Taman lampion di BNS
ini mirip dengan Taman Lampion di Jogja, bedanya kalau di BNS ini lebih kecil
areanya, lampionnya juga lebih banyak lampion replika kartun-kartun Disney,
jadi lebih cocok untuk anak-anak. Wahana yang pertama kita tuju adalah Sepeda
Udara, dengan tiket IDR 12,5 k per orang, kita sudah bisa mencoba wahana sepeda
udara. Sepeda udara ini berada di lintasan yang tingginya kurang lebih 4-5 m,
sama kayak lintasan kereta, tapi kita harus mengayuh sepedanya ini, dari atas
sepeda, kita bisa menikmati pemandangan kota malang lho, bagus, tapi sayangnya
lintasannya sepeda udaranya pendek. Jadi kurang begitu puas menikmati view yang
ada.
![]() |
| Kalau yang ini Orbiter, katanya sih ga kalah bikin pusing |
Tujuan
ke dua ternyata jatuh ke Kantin BNS, perut yang belum diisi sedari sore minta
jatah untuk diiisi. Di kantin BNS ini ada beberapa menu makanan yang bisa dipilih di
Konter2 yang telah disediakan, rata-rata harganya sama. Yang beda dari kantin
BNS ini adalah sebelum membeli makanan kita harus membeli semacam kartu yang
ada saldonya, kalau ga salah sih minimal IDR 50 k, baru kita bisa beli makanan
di Konter yang ada, kartu akan digesek di konter yang kita beli makanannya dan
otomatis saldo akan berkurang sesuai harga makanan. Baru nanti kalau sudah
selesai, kita bisa kembalikan kartu di kasir dan kembalian akan diberikan
sesuai saldo yang tersisa. Di
dalam kantin juga ada panggung yang menampilkan beberapa pertujukan, free looh.
Waktu kami datang sih lagi ada band dan tarian tradisional yang bergantian
tampil, didepan panggung juga ada air mancur yang bisa bergoyang mengikuti
irama musik, dengan warna warni lampu yang berbeda, tentunya semakin menambah
semarak suasana makan malam kita, karena sebenarnya makanan disini kurang
recommended, rasanya biasaaaaa banget, tapi suasana yang ada jadi bisa nutupin
rasa yang biasa itu sih.
Naah
kelar dengan urusan perut [alhamdulillah], kami langsung melanjutkan perjalanan
mencoba wahana yang ada di BNS, semakin malam ternyata semakin ramai lho.
Wahana tujuan ke dua adalah.. jeng jeng jeng... naik mega mix yang terkenal di
BNS itu, hihi.. kalau ngeliatin yang pada naik sih kayaknya seru (serem),
adrenalin langsung tertantang, tapi yang berani naik Cuma saya dan Dawud, ya
udah lah ga papa, daripada kalau dipaksa naik jadi ngerepotin. Dengan membayar
IDR 15 k, saya dan Dawud langsung duduk di di Wahanan yang berbentuk kincir
ini, bersiap untuk diputar-putar dan dibolak balik selama 2 menit. Bismillah. Ternyata
seruuu, hahaha.. sedikit deg-deg an di awal, tapi nagih gitu di akhir. Ternyata
megamix masih ga cukup buat muasin adrenalin, jadi marilah kita coba satu
wahana lagi yaitu Sepeda Gila, penasaran aja, beneran bikin gila ga nih sepeda.
Dan jeng jeng jeng... dengan tiket IDR 10 k, lagi lagi saya dan Dawud naik
sepeda Gila yang memang didesain untuk 2 orang ini, yang lain sih cuma
ngeliatin. Dan ternyata, Masya Allah, sepedanya beneran bikin gila, 4 menit
berasa lamaaaaa banget, diputer, dibalik, sampe darah di kepala semua, di puter
lagi, di balik lagi. Ya Allah, udah capek teriak, jantung juga udah capek
banget rasanya. Dan akhirnya 4 menit berasa 4 menit untuk terakhir kalinya.
Lega banget gitu pas udah selesai. Mas-mas operator nya juga malah
senyum-senyum ngeliatin kita, aseeem.. iseng aja nanya, ternyata masnya juga
belum pernah nyobain sepeda gila, ga mau juga, bahkan sampe akunya mau nraktir
dia loh, dibayar sejuta juga ga mau katanya. Pantesan aja mas, mas,. Kamu udah
pengalaman kali ya sama orang-orang yang selesai dari wahanan terus jadi gila. Jadi
yang dateng ke BNS, wajib banget nyobain Sepeda Gila yaa :D
![]() |
| Sepeda Gila yang bikin gila!! |
Karena hari yang semakin malam, dan saya juga berasa udah tepar, akhirnya kita mutusin buat keluar dari BNS, ganti suasana dan sekaligus menghindar dari sepeda gila. Di jalan keluar kita sempetin mampir di toko-toko yang jual makanan dan souvenir khas Malang, ada macem-macem keripik dan kerupuk mulai dari 10 ribu dapet 3 sampai yang satuannya 30 ribuan, lumayan kan buat cemilan di jalan.
Partner
kita, Reni udah tepar aja, katanya sih masuk angin, Cuma jadi ga enak aja kalau
di perjalanan ada satu yang sakit. Dari BNS, tujuan selanjutnya adalah
alun-alun Batu, meskipun udah lewat tengah malam, ternyata alun-alun Batu masih
ramai, banyak muda mudi sampai orang tua juga yang masih duduk-duduk atau
sekedar narsis poto-poto. Kita sih sampai langsung duduk-duduk, dingin banget
brrrr..... si Reni mutusin buat di dalem mobil aja karena lebih hangat memang. Alun-alun
Batu ini adalah salah satu tujuan wisata juga lho di Batu, Malang. Kalau lagi
ada event biasanya juga dipusatkan disini, kayak panggung musik atau event-event lain, pas pertama kali datang kesini dulu, alun-alun lagi ramai dengan gambar
Munir, perayaan mengenang Munir. Kalau sekarang, lagi ga ada event tertentu,
karena Cuma ada lampion-lampion dalam berbagai bentuk dan karakter yang memang
selalu ada. Yang unik juga bangunan toilet di Alun-alun Batu ini berbentuk apel,
apel yang jadi ikon Kota Malang juga mendominasi hiasan di Alun-alun batu.
Disekitar alun-alun juga terdapat beberapa cafe yang buka sampai pagi, tapi
buat kami cukup jajan pentol dan jagung rebus juga udah cukup, ngirit juga sih.
Karena ngirit juga kami memutuskan untuk tidur di dalam mobil aja, di depan
Plaza Batu, sambil menikmati udara malang yang dingin dan masih sejuk.
Tinggal
menunggu rencana untuk besok deh, Selamat tidur....
Langganan:
Postingan (Atom)










