aku menangis,
tak salah lagi, ini air mata.
aku benar-benar menangis
dan aku tau untuk apa aku menangis.
bukan suatu hal yang sia-sia,
aku mengeluarkan air mataku untuk suatu alasan yang bisa kuterima
aku rindu akan pulang.
yaa.. sebagian, bahkan separuh lebih
inginku merindukan sebuah kepulangan
aku merindukan rumah,
rumah dimana aku mendapatkan ketenangan,
berharap semua beban yang aku pikul sekarang berkurang ketika aku pulang.
tapi bagaimana aku bisa pulang,
ketika belum sebagian tanggung jawab kuselesaikan,
dan aku hanya bisa pulang ketika semua ini selesai.
aku menangis saking rindunya,
tak hanya rumah, aku rindu pelukan hangat mama, pelukan yang selalu menyejukan.
Aku rindu celoteh adik kecilku,
yang setiap pagi berdengung merdu di telingaku.
aku rindu dinginnya sikap bapak,
rindu untuk semua diamnya,
diam yang sebenarnya ku tau penuh dengan kasih.
mau bagaiamana lagi
aku merindukan pulang
aku menangis untuk ketidakmampuanku pulang
aku menangis untuk sebuah pertanyaan dan pernyataan.
"kapan pulang nak, bukankah kuliahmu sudah libur? mama kangen.."
Ya Alloh, bahkan untuk mengobati rindu sesorang yang melahirkanku, aku belum mampu meluangkan waktu,
hanya 8 jam perjalan kereta saja, benar-benar tak bisakah.
aku hanya ingin pulang dengan tenang,
ketika semua ini selesai.
aku janji,
segera aku akan pulang.
sabar mbak ndud.....gaweanmu belom kelar po ??
BalasHapusbelum ncit. enaknya yg sudah pulang
BalasHapus